Showing posts with label ajim pandai bersajak. Show all posts
Showing posts with label ajim pandai bersajak. Show all posts

-C 250311-

Ku bukakan hati dan ku hamparkan cinta,
Pada bulan, aku berbicara –
Dengarlah, aku memilih sengsara,
Mengunyah rindu dan menelan cemburu,
Sedang bahagia ada di syurga – aku terlalu terburu.

-C 250311-

p/s: ada siapa-siapa nak sambung tak? dipersilakan. Letak tajuk sekali.

Getar hati

Ada getar di hati ini
Bila ku lihat gambarnya lagi
Dengan senyum mahal, selendang seribu warna

Biar dia sejuta batu tiada di mata
Ia terlalu dekat hingga tercium baunya di udara

Ia yang dirindui tapi tak bisa didekati
Hadir cuma dalam mimpi dan aku bahagia sendiri-sendiri.


-C 2011-

Masih di sini.

Tahunpun berlalu dan aku menjadi semakin dewasa,
Ada yang tertinggal dibilah-bilah waktu, pada hari-hari berlalu.

Tahun silih berganti dan aku masih di sini,
Matahari esok akan menyinar dengan masa depan yang samar.

Tuhan, tunjukkan aku jalan,
Supaya hidupku tak tersia percuma.

-C 010111-
Amirin.

Lihatlah pada burung

Lihatlah pada burung


Lihat pada burung terbang melayang
Tak pernah takut menggapai awan
Mengepak sayap menongkah ribut dan taufan
Jatuh ke bumi bukanlah terlalu malang.

Maka, mengapa engkau wahai manusia
Terlalu takut menghadapi hidup?

Sebaris Doa

andai layak untuk ku panjatkan sebaris doa,
akan ku pohon pada Yang Maha Esa -
aku inginkan sebutir cinta,
yang bisa membawaku - sampai ke syurga.

GM - Bertam Baru,
-C250510-

Selamat Tinggal UKM (Buat sementara waktu)

Sekali lagi, buat diriku sendiri,

"Look to the future, because that is where you'll spend the rest of your life." -George Burns.

Selamat tinggal UKM, buat sementara waktu. Akan aku datang lagi, untuk berbakti, untuk mencari sejernih ilmu bekal diri.

Akan ku datang lagi.

Di sini gedung ilmu,
Takungan cerdik pandai dan cendekiawan,

Aku pulang menjenguk kampung laman,
Yang ku tinggalkan demi sebuah pencarian
makna kehidupan,
Demi menyahut seruan Tuhan.

Aku pulang menghampar teduh rindu,
Pada pepohon merimbun, sungai yang jernih.
Aku pulang meneguk kasih tak pernah habis,
Ayah bonda yang semakin dimamah usia.

Akan ku datang lagi mendaki puncak ini,
mencari sejernih ilmu bekal diri,
buat pedoman, buat penyuluh.
Jalan hidup yang berliku.

Akan ku datang lagi,
menatap buku-buku menghadam jutaan ilmu.
Akan ku datang lagi, untuk mengubah nasib diri.


-C 290410-
K15A 101B, KIY, UKM.
1:54 AM.


Insan-Insan Kecil

Insan-Insan Kecil

Dalam dewan bosan menanti
Di luar mentari makin meninggi,
Ah, majlis entah bila akan dibismillahkan
Kami orang kecil menunggu orang besar datang.

Dewan sejuk menggigit ke tulang,
Majlispun berjalan tanpa acara gilang-gemilang,
Dan yang hadir cuma wakil menyampaikan salam.


-C 280310-
UKM, Bangi.
~kursus pra penempatan LAI~

Peristiwa di Hujung Malam

Dalam sejuk malam ditimpa hujan,
Makhluk penuh syahdu memuji Tuhan,
Sedang aku larut menaip tugasan,
Esok bentang, tepat jam lapan!!

Dalam syahdu makhluk memuji Tuhan,
Aku senak mata membaca baris-baris dakwat dan tulisan,
Dalam malam sejuk ditimpa hujan,
Aku tekadkan, akan ku genggam sebuah kejayaan.

Ketika malam perlahan merangkak ke pagi,
Alangkah indahnya jika aku sujud mengadap Ilahi.


-C 220310-
KIY, UKM, Bangi.

Moral of the story?

Anak Haram ke Ibu Yang haram?

~tak siap dan belum diedit~

Yang Ditinggalkan

Ada yang menangis di perdu pisang,
Ada yang menggigil ditimpa hujan,
Ada yang mati dibaham anjing jalanan,
Ada yang dihurung semut ditepi longkang -
Begitu nasib bayi (anak haram?) nan malang.

Aku tertanya sendiri,
Dari mana datangnya semua bayi ini?
Setiap hari, ada saja berita masuk tivi...

"Ah, ia datang dari mani,
yang terpancut ke rahim tanpa izin syar'ie"

Begitu sanggup ia ditinggalkan,
Jadilah manusia lebih hina dari binatang,
Sudah tercabut rasa kasih dan sayang,
Hanya menunggu kemurkaan Tuhan.


-C 230310-
UKM, Bangi.

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar. Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. Dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah (membunuhnya), kecuali dengan suatu (alasan) yang benar...
(al-Quran, al-Isra' 17: 31 - 33)


Say No to Zina.

gambar ihsan google.

Menanti dan akan terus menanti

Menanti dan terus menanti
Sehingga bila harus menanti
Penantian yang tak pasti.

Menanti dan menanti
Dengan penuh sabar menanti
Sehingga dia kembali.

Menanti dan menanti
kerana masih terbuku
Sebutir cinta dihati.

Menanti dan akan terus menanti
Menanti dengan setia
Sampai hujung usia.

Kisah Pesawah Tua


Kisah Pesawah Tua

Kerdil diri
Dipanah mentari
Dicelah butir padi.

Terbongkok engkau sebongkok usiamu
Tertunduk-tunduk seperti semakin tunduknya tangkai padi
Bertarung lintah pacat, belalang dan burung
Berhari-hari sehingga kuning saujana mata memandang.

Sejuk dihati melihat usahamu menjadi
Bukan sekadar untuk mengisi perut sendiri.


-C t.t-
ajim_mn@yahoo.com
al-Manar.

Malu

Malu

Malu bertanya sesat jalan
Malu menyapa tak dapat kawan
Malu bekerja berat tulang
Malu berusaha mati kebuluran
Malu belajar ilmu kurang
Malu membaca ketinggalan zaman
Malu tersenyum dibenci orang
Malu berjiran kera sumbang
Malu mengaku bukan anak jantan
Malu beradab tiada siapa berkenan

Malu biarlah bertempat
Nak buat maksiat, malulah kepada Tuhan.


-C 080208-
Darul Quran.
ajim_mn@yahoo.com

Perihal Suatu Detik dalam Sehari

Perihal Suatu Detik Dalam Sehari.

Setiap mentari pecah pagi
Si rajin keluar mencari sejernih rezeki
Sang pemalas bertindih cawan di kedai kopi
Si jahat berdegup hati bimbang pecah rahsia mencuri
Si bijak mula melangkah menadah setitik ilmu Ilahi
Si Abid masih di sejadah wirid bertali.

Kelak masa akan menjadi saksi
Baik jahat manusia di muka bumi.


Muhamad Nur Adzim Amran
-C 060508-
Al-Manar.

Dari Jendela.

Langit sendawa, termuntah air
Bercampur debu asap pembangunan.
Sesekali kilat menyambar
Kata orang ia memanah syaitan
Tapi itu semua kerja Tuhan.

Dari jendela
Aku menghampar impian
Dicelah rintik hujan.
Terkenang segala kisah lama
Betapa masa terbuang sia-sia.

Melihat sekeping gambar kawan
Dalam kesejukan di tengah putih salji
Hatiku tak terpujuk lagi.

Kawan
Engkau sedang menggapai awan
Aku masih di jendela ini.


Moral dan pengajaran:
Sesal dahulu pandapatan, sesal kemudian tak berguna lagi.


-C 220507-
Darul Quran.
ajim_mn@yahoo.com


-Sajak ini telah tersiar dalam ruangan Puisi Siswa, majalah Dewan Siswa Mac 2008.

Terbalik

Sepanjang malam menongkat mata
Paginya terkedang, terlepas seruan Tuhan.

Subuh datang dan pergi
Malaikat turun naik silih berganti -
Dalam selimut tingkah dengkur makin meninggi.


Muhamad Nur Adzim bin Amran
UKM.
-C 021009-